Sunday, February 16, 2014
Sunday, February 2, 2014
Puting Beliung
Hari Jum'at sore (31/01/14) jam 17.45 angin Puting Beliung menerjang desa Sitiadi dan sekitarnya. Karena besarnya angin sedikitnya 8 rumah warga desa Sitiadi rusak terutama dibagian atapnya. Diantara delapan rumah terdapat satu rumah yang cukup parah yaitu milik Ibu Parsini ( Guru TK Pertiwi 1 Sitiadi ). Selain merusak rumah warga tanaman padipun tak luput dari amukan puting beliung, terutama jenis padi yang pohonya tinggi. Selain Sitiadi Puting beliung juga merambah area tanaman padi desa Purwoharjo. Selain Sitiadi desa Kedaleman Kulon juga terkena terjangan puting beliung. Pemerintah Kabupaten Kebumen pun cepat tanggap terhadap bencana puting beliung ini, terbukti pada hari Sabtu (01/02/14) Bupati Kebumen Buyar Winarso, SE. Sekda Kebumen H. Adi Pandoyo, SH. M. Si. dari BNPB di dampingi Camat Puring Suyitno, S. Sos. langsung meluncur ke lokasi untuk melihat secara langsung korban puting beliung di desa sitiadi Kecamatan Puring. Menurut H. Adi Pandoyo, SH. M. Si. rumah yang menjadi korban puting beliung di desa Sitiadi menjadi prioritas dalam program bedah rumah dari Pemda Kebumen, karena secara kebetulan juga rumah korban puting beliung sudah diajukan program tersebut.
Selamat jalan Mbah Manten Dirwan
Hari Sabtu tanggal 18 Januari 2014 adalah hari terakhir beliau menghirup udara segar dunia ini. Beliau bapak Soedirwan "Orang lebih mengenal dengan sebutan Mbah Manten Dirwan" meninggal pada usia 79 tahun di Jakarta di rumah salah satu anaknya dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Dongkal pada hari Minggu, 19 Januari 2014. Mbah manten Dirwan menjabat sebagai Kepala Desa Sitiadi dari tahun 1962 - 1984. Selama menjabat Jasa beliau untuk desa sudah cukup banyak. Selamat jalan mbah Manten Dirwan, semoga amal beliau di terima di sisi Alloh SWT. kami atas nama Pemerintah Desa Sitiadi ikut berbela sungkawa yang sedalam dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman.
Thursday, January 16, 2014
Buah Langka "Kepel"
Buah yang satu ini memang tidak banyak dikenal orang, mungkin hanya orang di Kebumen khususnya bagian selatan ( Puring dan sekitarnya ) yang tahu buah yang satu ini. Bahkan karena rasanya yang manis, baunya yang harum dan teksturnya yang lembut, orang Puring dan sekitarnya lebih suka buah ini dari pada Apel Washington.Konon ceritanya di zaman dulu buah ini “Kepel” adalah makanan keluarga raja dan hanya komplek istana yang ada buah Kepel. Karena berkhasiat bisa menghaluskan kulit, menghilangkan bau badan serta bau pesing air kencing bagi siapa saja yang mengkonsumsinya.
Banyak orang luar daerah yang ketagihan yang pernah mencicipi buah Kepel ini terbukti dengan menanyakan buah kepel jika berkunjung ke Kebumen, tapi karena buah ini berbuahnya musiman jadi tidak sembarang waktu bisa menjumpai buah Kepel.
Keistimewaannya lagi buah Kepel, jika musim semi daun buah kepel berwarna merah jambu dan hampir semua pohon tertutup daun warna merah jambu sehingga kelihatan indah buangetttz.
Monday, December 23, 2013
Sebagian Wilayah Sitiadi Tergenang Banjir
Setelah diguyur hujan sejak malam jum’at (19/12) banjir menggenangi daerah wilayah Kebaturan desa Sitiadi, hari Senin (23/12) air mulai surut tetapi malam selasa hujan kembali mengguyur wilayah Puring dan sekitarnya, sehingga airpun tambah tinggi menggenangi pemukiman warga kebaturan dan area persawahann di Kebaturan dan sebagian wilayah sebelah selatan sungai dagan. 80 an hektar area persawahan di desa Sitiadi terendam banjir, padahal baru memasuki masa tanam. Kerugian disektor pertanian akibat banjir ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Hingga Selasa (24/12) ketinggian air di pemukiman warga mencapai 50-80 cm. Sejumlah ruas jalan Gombong-Puring pun tergenang air.
Dari pantauan desasitiadi.blogspot.com, warga Dukuh Kebaturan Desa Sitiadi masih bertahan di rumah masing-masing, namun untuk kebutuhan sembako masih banyak yang kekurangan karena baru memasuki musim tanam sedang aktifitas warga lumpuh total, sehingga untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga warga banyak yang kekurangan. Untuk itu Warga Desa Sitiadi khususnya wilayah kebaturan sangat membutuhkan bantuan karena persediaan pangan menipis.
Kemudian jalur antar kecamatan Adimulyo menuju Puring dan sebaliknya juga terendam di Desa Sugihrawas, Kecamatan Adimulyo. Namun jalur tersebut masih bisa dilalui kendaraan meskipun dengan ekstra hati-hati. Pada malam hari, jalur ini sangat berbahaya karena gelap.
Sementara kondisi jalan yang rusak akibat penggalian proyek PDAM menyebabkan posisi jalan miring dan meyebabkan rawan kecelakaan. Para pengguna jalan raya yang melintasi Desa Sidobunder sampai Desa Sitiadi harus berhati-hati dengan kondisi jalan yang seperti ini, apalagi sekarang ini jalan terendam banjir. Banyak kendaraan yang memilih alternatif jalur selatan kendatipun jalur ini harus ditempuh dengan arah memutar.
Satu satunya kegiatan yang bisa dilakukan warga Kebaturan adalah menganco ( mencari ikan ) sekedar mencari tambahan persediaan pangan yang hasilnya tidak seberapa karena yang di dapat iwak lembutan ( ikan kecil).
Sementara bantuan dari Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten belum satupun yang meluncur ke warga. Warga sangat berharap Pemerintah tanggap dengan kondisi warga Kebaturan saat ini yang sangat memprihatinkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
MUSRENBANGDES RKP TA 2020
Rencana Pembengunan Desa ( Musrenbangdes ) Rencana Kerja Pemerintah Desa ( RKP ) merupakan kegiatan rutin yang harus dilaksanakan oleh se...
