Penyelamatan sapi betina produktif terus dilakukan. Dengan adanya proyek penyelamatan sapi betina produktif (CPCL-PPSBP) kegiatan tersebut merupakan upaya untuk meminimalisir jumlah sapi yang disembelih, di luar ketentuan yang berlaku. Desa Sitiadi Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen merupakan salah satu desa yang terpilih sebagai penerima proyek penyelamatan sapi betina produktif sebesar Rp. 500.000.000.
Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program tersebut, baru-baru ini telah di adakan workshop Penyelematan Sapi/Kerbau betina produktif yang diadakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Jawa Tengah pada tanggal 23-24 Juli 2011 bertempat di Hotel Le Beringin Salatiga. Dalam kegiatan tersebut Desa Sitiadi mengirimkan 4 orang yaitu Slamet HS, Sukardi keduanya dari KTT Tunas Mandiri, Jumeno dan M. Kharirudin dari Pemdes Sitiadi.
Ke depan, setiap hewan atau sapi betina yang masih produktif bila disembelih, akan dibeli oleh kelompok peternak Desa Sitiadi, untuk dipelihara. Setelah masa produktifnya habis, barulah disembelih. Sedangkan pertimbangan dipilihnya Desa Sitiadi sebagai lokasi CPCL PPSBP karena secara geografis memiliki posisi strategis lalu lintas perniagaan hewan dan mempunyai lahan HMT yang luas. (arir)

Berdasarkan Sensus Pendataan Sapi Potong, Perah dan Kerbau Tahun 2011 dari jumlah warga 3.980 jiwa ternyata hanya 282 orang atau sekitar 7 % dari warga Desa Sitiadi yang memelihara sapi, sedangkan populasi sapi yang ada di Desa Sitiadi hanya 427 ekor sapi yang kesemuanya adalah sapi potong. Mungkin jumlah populasi sapi di Desa Sitiadi saat ini sangat jauh jika dibanding pada waktu sebelum harga sapi Terjun Bebas. Ternak sapi saat ini kelihatan sangat lesu karena harga sapi dan biaya operasional sangat tidak seimbang, Ora Sumbut Lah Istilaeh. Lah wong Katul karo pakane larang tapi sapine regane ra miraa.